Hei to the world…

30 Agu

Hai.. Hai…

Assalamualaikum…..

Perkenalkan nama saya Endiandika Tri Putranto. Saya biasa mempersilahkan kenalan saya memanggil saya endi. Walaupun sebenarnya “endi” itu bukan nama milik saya sendiri. Nama itu juga dipakai oleh dua orang kakak perempuan saya dan adik perenpuan saya. Jadinya jamak sih! Tapi, untungnya, beberapa tahun ini, cuma saya aja yang menggunakan nama itu untuk memperkenalkan diri.

Dulu jaman-jamannya saya dan saudara-saudara saya masih sekolah dan serumah, kami berempat juga memperkenalkan diri sebagai endi. Akibatnya, setiap orang yang mencari endi, pasti akan mengalami kebingungan. Karena setiap kali mereka berkunjung atau menelpon, mereka jadi ragu apakah benar nomer telepon atau alamat rumah itu merujuk kepada si endi.

Berikut ini sedikit gambaran (percakapan telepon) dari kebingungan itu :

Orang A :  “Halo… endi-nya ada?”

Orang rumah 1 : “endi yang mana ya?”

Orang rumah 1 ini sama sekali tidak bermaksud membingungkan si penelpon. Dia hanya ingin memperjelas endi siapa yang dicari. Secara, orang rumah 1 ini kemungkinan juga adalah salah satu dari endi. Dia tentu tidak ingin berbicara dengan orang yang salah. Tetapi kadang-kadang pertanyaan tersebut membuat si penelpon ragu, apakah dia menekan nomer yang benar atau tidak. sehingga bila penelpon itu tidak memiliki mental yang cukup kuat dalam berhubungan dengan “endi’s family” ini, dia akan segera menutup teleponnya. Percakapan berlanjut :

Orang A : ” Oh, maaf saya salah sambung…”

Orang rumah 1 : “Tunggu mba…. endi yang ma….” (orang rumah 1 berasumsi penelpon berjenis kelamin perempuan)

tut…tut…tut…

Telepon sudah ditutup.

Dari percakapan di atas bisa dilihat bahwa si penelpon pada akhirnya tidak bisa berbicara dengan salah satu endi. Katakanlah endi yang dicari itu saya, dan mba-mba yang nelpon itu adalah head hunter yang mau menginterview atau menawari saya kerjaan di timur tengah. (lebai deh…. udah dibilang juga kejadiannya pas masih sekolah…. mana ada head hunter yang nyariin situ…) Hilang sudah satu kesempatan buat saya untuk ke timur tengah. Bisa aja sebenarnya kejadian itu sudah berulang-kali terjadi. Dan fakta bahwa saya sama sekali tidak pernah menerima telepon itu menunjukkan sudah berkali-kali pula saya melewatkan kesempatan itu. Hanya karena nama kami sekeluarga sama. ENDI.

Contoh percakapan (telepon)  lain :

Orang B : “Halo… Selamat Siang… Bisa berbicara dengan endi. Saya teman sekolahnya.”

Orang B ini membuka percakapan dengan perkenalan yang cukup spesifik. Dia menyatakan bahwa dia adalah teman sekolah si endi. Tetapi, sayangnya keempat endi pada waktu itu masih bersekolah. Sehingga jawaban lugu si penerima telepon, tidak lain dan tidak bukan, adalah :

Orang rumah 2 : “endi yang mana ya?”

Orang B : “endi yang ganteng itu lho…”

Fakta bahwa Orang B menjawab pertanyaan Orang rumah 2, menunjukkan bahwa Orang B sudah cukup mengenal endi. (salah satu dari keempat endi). Dari jawabannya bisa diketahui bahwa Orang B mencari endi dengan jenis kelamin laki-laki : Saya. Kenapa kesimpulan itu bisa ditarik? karena saya adalah satu-satunya endi di keluarga saya dengan jenis kelamin laki-laki. Pertanyaan lain : mengapa bisa ditarik kesimpulan Orang B mencari endi dengan jenis kelamin laki-laki? Karena dia menyatakan mencari “endi yang ganteng”. Dan ganteng itu adalah suatu sifat yang melekat pada laki-laki.

well… terlepas dari apakah predikat yang diberikan kepada endi tersebut itu benar atau tidak, penyebutan predikat tersebut yang dilekatkan pada endi itulah yang menunjukkan kedekatan Orang B dengan endi. seolah-olah Orang B ini sudah mengenal endi. Paling tidak cukup mengenal sampai-sampai sudah bisa menempelkan predikat tersebut pada endi.

Percakapan berlanjut :

Orang rumah 2 : “Oh bentar yah…..” “MAASSS…..”(sambil berteriak ke belakang dan menjauhkan telpon dari mulut)

Dari kata yang digunakan untuk memanggil endi, mas, bisa dipastikan bahwa Orang rumah 2 adalah adik perempuan saya. Percakapan telepon pun berlanjut antara endi (saya) dan Orang B.

FYI, nama kakak pertama saya Endiyastuti Febri Utami, kakak kedua saya Endiana dwi Muharani, dan adik saya Enditiara Yuli Pratiwi.

see…. ngertikan mengapa endi itu bukan nama saya sendiri.

Sebenarnya ada sedikit (sedikit yah!! kalo kecewa tolong jangan salahkan saya.) kisah romantis dari asal usul nama endi ini. Endi itu adalah singkatan dari nama kedua ibu bapak saya tercinta. hehehe…… (bagi yang penasaran endi itu singkatan dari apa, PM aja yah… hehehe…… too  much to share in a single post. Saya singgung di lain kesempatan saja. Sangat banyak kisah yang menyangkut mereka kok… hehehe….)

Anyway… Sekian perkenalan kembali saya. Saya katakan kembali karena sebenarnya saya sudah pernah nge-blog. Terakhir postingan saya sekitar 4 atau 5 tahun yang lalu. Kemudian, beberapa waktu lalu, pacar saya (banyak juga ceritanya tentang topik ini nih… ^_^ v ) mengingatkan saya kembali dengan tulisan-tulisan lama saya. Dan saya agak takjub saja membacanya. Sepertinya saya nyaris melupakan dan hampir tidak mengenal diri saya yang itu. Sang pacar meningatkan saya dengan cara memasukkan tulisan-tulisan lama saya itu di blognya. Tentu saja dengan tujuan yang dengan jelas-jelas dinyatakan, untuk membuta saya mulai menulis lagi. Sepertinya dia berhasil…… :p

Thanx pacar….

Hai All…

*Big smile*

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.